Kebanyakan orang pasti mengenal piramida Mesir. Di
Amerika juga, para arkeolog telah menemukan banyak bangunan mirip piramida,
khususnya di Meksiko. Seperti kembarannya di Mesir, piramida Meksiko juga
berusia berabad-abad dan diselimuti misteri.
Bangunan bersejarah itu berada di
Kota Teotihuacan, diambil dari bahasa Aztec, yang artinya, “ kota para dewa “.
Kota ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 2.000 SM.
Terletak sekitar 50 kilometer sebelah timur
laut Mexico City, Teotihuacan masih merupakan misteri bagi para antropolog dan
arkeolog. Kota metropolitan kuno ini ditelantarkan para pembangunnya lebih dari
500 tahun sebelum munculnya kebudayaan Aztek. Nama Teotihuacan, yang berasal
dari bahasa Nahuatl, berarti ”Kota Para Dewa” atau ”Tempat Manusia Menjadi
Dewa”. Diperkirakan bahwa orang Aztek yang menamakannya demikian sewaktu mereka
datang ke situ.
Cerita rakyat Meksiko menyebut dua
piramida, Piramida Bulan dan Piramida Matahari, dibangun untuk menghormati
kelahiran dewa bulan dan matahari. Untuk menghormati para dewa, pendeta konon
selalu melakukan upacara harian di piramida. Lokasi dan desain piramida
dianggap mewakili tiga tingkat kosmos mereka: langit, bumi, dan bawah tanah.
Universitas Minnesota menunjukkan piramida ini dibangun terutama dari puing-puing, dengan batu bata dimasukkan di permukaan dan ditutupi dengan batu. Dari dua piramida di Teotihuacan, Piramida Matahari ukurannya lebih tinggi.
Piramida Matahari tingginya 63,5 meter. Piramida ini punya ratusan anak tangga. Dulu, piramida ini menjadi tempat suci.
Tinggi Piramida Bulan 42 meter. Piramida Bulan berada di ujung jalan utama ( La Calza de Los Muertos ) yang menghubungkan kuil Ciudadela dengan piramida. Didepan piramida terdapat area luas berbentuk segiempat yang disebut, Plaza de la Luna.
Baca juga artikel menarik lainnya : Wisata Edukasi Alam : Kebun Pasir Mukti
Diambil Dari berbagai Sumber.



No comments:
Post a Comment