Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar
kata ”Alaska”. Yup..negeri yang teramat dingin berselimutkan es tebal, terletak di
bagian paling utara bumi. Tak salah karena sekitar setengah dari Alaska
tertutup lapisan es dan selama setengah tahun pula suhu rata-rata di bawah 0
derajat celsius. Matahari nyaris bersembunyi selama beberapa hari pada musim
dingin. Sebaliknya, pada musim panas, matahari bersinar sekitar 20 jam sehari.
Mei hingga September adalah musim panas. Suhu berangsur naik, dari sekitar 13
derajat celsius hingga mencapai puncak 21 derajat celsius pada akhir Juli.
Jika anda tergolong pemburu mal atau penggemar
belanja, mungkin anda akan kecewa karena tak akan menemukan mal besar di
wilayah itu. Alaska adalah tempat menemukan alam yang berbeda dibanding daerah
tropis. Salju, gunung es, dan tundra adalah menu utama Alaska. Sebagian besar
wilayah hutan dan gunungnya merupakan daerah cagar alam. Oleh karena itu, turis
yang berkunjung ke Alaska akan mendapatkan pemandangan alam, juga akan menemui
fauna, seperti beruang, ikan salmon, elang botak, rusa kutub, serta satwa laut,
seperti singa laut dan paus.
Alaska adalah negara bagian Amerika Serikat ke-49 yang
relatif menyatu dengan dataran besar benua Amerika. Luas daratan Alaska 1,5
juta kilometer persegi ditambah 117.000 km persegi perairan. Dengan wilayah
seluas itu, Alaska menjadi negara bagian terbesar di Amerika Serikat. Luas
Alaska meliputi seperlima dari seluruh luas wilayah Amerika Serikat.
Penduduknya berjumlah 627.000 jiwa, sekitar 69 persen kulit putih, 20 persen
Indian, Eskimo, dan Aleut. Sisanya merupakan pendatang dari Asia, Afrika, dan
suku lain dari kepulauan Pasifik.
Perjalanan di Alaska akan lebih menarik jika
mengkombinasikan wisata darat dan wisata laut (cruise). Paket wisata darat
dibuat lima hari, menggunakan bus dan kereta beratap kaca sehingga kita leluasa
menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan. Kota yang dilewati dari
Fairbanks dan Denali di wilayah tengah menuju Anchorage di Selatan. Perjalanan
tambah berkesan saat anda menginap di rumah kayu. Semua tempat menginap dan
transportasi akan diatur oleh organisasi kapal pesiar yang anda pilih. Acara wisata
darat adalah melihat tambang emas dan menikmati pemandangan alam, termasuk
gunung tertinggi di Alaska, Mt McKinley.
Beberapa kota di Alaska hanya bisa dijangkau melalui
laut. Di samping pesawat udara, transportasi laut cukup dominan sehingga
perjalanan laut juga melengkapi wisata di Alaska. Ada banyak kapal pesiar
berlayar dengan rute tetap pergi pulang dari Anchorage ke Vancouver, Kanada,
atau Seattle, Negara Bagian Washington, AS. Kapal pesiar ini sanggup mengangkut
2.000 hingga 3.000 penumpang. Waktu berlayar sekitar tujuh hari. Ada banyak
kegiatan yang bisa dilakukan selama pelayaran, seperti berenang, olahraga,
kebugaran, dan menonton kabaret atau film.
Di samping itu, ada pelajaran aerobik, kursus
komputer, melukis untuk anak-anak, pameran lukisan, spa, salon, dan berbelanja
di sejumlah toko. Restoran pun buka selama 24 jam. Anda boleh makan apa saja
dan kapan saja sepuasnya karena sudah termasuk dalam paket biaya pelayaran.
Saat musim dingin, es bertimbun membentuk gletser.
Gletser yang diberi nama sesuai penemunya itu punya beragam bentuk. College
Fjord, misalnya, meleleh seperti es krim, sementara Hubbard Glacier berujung
runcing. Kalau beruntung, anda bisa melihat gunung es tersebut longsor, gugur
ke laut menimbulkan gemuruh dan menjadi pemandangan menakjubkan. Bongkahan es
ini akan terbawa arus laut sampai beberapa kilometer sebelum mencair
seluruhnya.
Di luar panorama rontoknya gletser, kapal akan singgah
di kota Skagway, Juneau, dan Ketchikan. Penumpang bisa turun dari kapal untuk
mengikuti tur tambahan. Pengalaman menarik adalah melihat paus di habitat asli
di laut lepas. Bisa dibayangkan makhluk hitam sebesar metromini melompat keluar
dari air. Setelah itu, serombongan burung laut akan menukik mematuki ikan kecil
yang menggelepar di sekitar kumpulan paus yang melompat itu. Operator menjamin
kita pasti bertemu dengan rombongan paus. Paus bungkuk dan orca (paus pembunuh),
yang lebih mirip lumba-lumba, bisa ditemui di daerah ini.
Alaska juga identik dengan ikan salmon, baik alamiah
maupun budidaya. Ketchikan, salah satu kota di Alaska, disebut sebagai ibu kota
dunia salmon. Ikan salmon bermigrasi melompat dari tempat rendah ke bagian
sungai yang lebih tinggi untuk memijah. Di tengah perjalanan, beruang coklat
berdiri mencegat dan menangkap ikan salmon. Beruang hitam dan coklat bersaing
dengan manusia berburu ikan salmon ketika musim berkembang biak tiba sehingga
juga bukan barang aneh bila tiba-tiba bus yang kita tumpangi harus berhenti
karena ada beruang menyeberang jalan.